{"id":8,"date":"2026-04-24T02:22:16","date_gmt":"2026-04-24T02:22:16","guid":{"rendered":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/?p=8"},"modified":"2026-05-13T13:26:01","modified_gmt":"2026-05-13T13:26:01","slug":"pembatasan-medsos-investasi-tumbuh-kembang-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/?p=8","title":{"rendered":"Remaja dan Tantangan Moral dalam Bingkai Digitalisasi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/1200x\/9e\/18\/26\/9e18268bb27ef42ef4aaf6f7e4e42968.jpg\" alt=\"\" style=\"aspect-ratio:16\/9;object-fit:cover\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan teknologi digital dinilai membawa pengaruh besar terhadap perubahan perilaku remaja di era modern. Kemudahan akses internet dan media sosial yang semakin masif tidak hanya memengaruhi pola komunikasi, tetapi juga berdampak pada kondisi moral, emosional, hingga kesehatan mental generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena degradasi moral pada remaja saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Kasus perundungan, tawuran antarpelajar, hingga meningkatnya sikap individualisme dinilai menjadi tanda melemahnya nilai etika dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kasus yang sempat menjadi sorotan terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Oktober 2024. Seorang siswa SMP menjadi korban kekerasan oleh teman sekelasnya hingga mengalami trauma berat. Korban diketahui dipukuli, dicukur paksa, hingga ditelanjangi di dalam kelas. Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa persoalan moral di lingkungan remaja semakin kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) juga menunjukkan kasus perundungan di lingkungan sekolah mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat terdapat 30 kasus perundungan, sementara pada 2022 terdapat 21 kasus. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan persentase siswa yang mengalami perundungan turut meningkat, khususnya pada siswa kelas 5, 8, dan 11.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian Putri Durrotul dan rekan-rekannya pada 2024 menyebut perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak signifikan terhadap etika dan moral remaja. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa paparan media digital secara berlebihan dapat memicu peningkatan kecemasan, stres, hingga depresi pada remaja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan <em>Digital 2024 Global Overview Report<\/em> yang dirilis We Are Social dan Meltwater juga mencatat jumlah pengguna media sosial dunia telah mencapai lima miliar pengguna atau meningkat 5,6 persen dalam satu tahun terakhir. Tingginya intensitas penggunaan media sosial membuat remaja semakin mudah terpapar berbagai konten yang memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, penelitian Ari Asmawati dan tim pada 2022 menjelaskan media sosial dapat memicu munculnya perilaku negatif pada remaja, seperti gaya hidup hedonis, menurunnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar, hingga sikap arogan yang berdampak pada hubungan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian tersebut juga menyebut remaja yang tidak mampu mengelola penggunaan media sosial dengan baik berisiko mengalami degradasi moral. Hal itu ditandai dengan melemahnya nilai-nilai sosial dan emosional seperti kejujuran, empati, serta kepedulian terhadap sesama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain faktor lingkungan dan teknologi, degradasi moral remaja juga dipengaruhi aspek spiritualitas. Penelitian Alif Hibatullah dan Muhammad Fadhil Hasyim pada 2025 menjelaskan bahwa salah satu faktor utama terjadinya degradasi moral adalah rendahnya pengenalan remaja terhadap nilai-nilai ketuhanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa perilaku remaja yang tidak didasari pemahaman agama membuat mereka kehilangan kontrol dalam bertindak. Kurangnya kesadaran spiritual menyebabkan remaja tidak memiliki prinsip yang kuat dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian Sugeng Sejati dan rekan-rekannya pada 2024 juga menunjukkan rendahnya kecerdasan spiritual berkorelasi dengan meningkatnya perilaku menyimpang pada remaja. Penelitian itu menegaskan agama memiliki peran penting sebagai pedoman moral sekaligus sarana pengendalian diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks Islam, Al-Qur\u2019an dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral seseorang. Al-Qur\u2019an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai empati, kejujuran, tanggung jawab, hingga pengendalian diri dalam kehidupan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, rendahnya literasi Qur\u2019ani membuat banyak remaja belum mampu memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah derasnya arus digitalisasi, pendekatan pembelajaran agama yang lebih relevan dan dekat dengan kebiasaan generasi muda dinilai menjadi kebutuhan penting saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi digital dinilai membawa pengaruh besar terhadap perubahan perilaku remaja di era modern. Kemudahan akses internet dan media sosial yang semakin masif tidak hanya memengaruhi pola komunikasi, tetapi juga berdampak pada kondisi moral, emosional, hingga kesehatan mental generasi muda. Fenomena degradasi moral pada remaja saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Kasus perundungan, tawuran antarpelajar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":39,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-8","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-feature-insight"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8\/revisions\/13"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nurulkhusna.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}