Pembatasan Medsos ‘Investasi’ Tumbuh Kembang Anak

Kebijakan pemerintah melalui PP TUNAS yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun disambut positif oleh kalangan medis. Dokter spesialis anak, Ni Luh Sukma Pratiwi Murti, menilai langkah ini merupakan dukungan nyata terhadap kesehatan anak yang menjadi fondasi utama dalam masa transisi menuju kedewasaan.

Menurutnya, kesehatan anak bukan sekadar bebas dari penyakit, melainkan mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang seimbang. Di usia di bawah 16 tahun, anak-anak sedang berada pada fase krusial pembentukan karakter dan kematangan otak. Paparan konten digital yang tidak tersaring serta algoritma yang adiktif dikhawatirkan dapat mengganggu fokus serta metabolisme tubuh mereka yang masih berkembang.

“Agar tidak terpapar terus menerus layar elektronik (screen time),” kata Ni Luh Sukma Pratiwi Murti dihubungi di Denpasar, Bali, pada akhir pekan lalu.

Dokter spesialis anak yang juga dosen pada subdivisi tumbuh kembang pediatri sosial (TKPS) Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ngoerah Denpasar itu menilai orang tua punya andil besar mendampingi anak. Tujuannya agar interaksi antara anak dan orang tua terjalin lebih hangat di tengah kehadiran teknologi informasi.

  • Related Posts

    Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Pembatasan Medsos ‘Investasi’ Tumbuh Kembang Anak

    • By admin
    • April 24, 2026
    • 6 views
    Pembatasan Medsos ‘Investasi’ Tumbuh Kembang Anak

    Hello world!

    • By admin
    • April 24, 2026
    • 4 views